Home Ekonomi Business Info IHSG Berbalik Arah Menguat ke Level 5.841,46

IHSG Berbalik Arah Menguat ke Level 5.841,46

3 min read

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah didera pelemahan hampir sepanjang perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak di akhir perdagangan Rabu (16/5). IHSG ditutup berbalik menguat 0,06% atau 3,35 poin ke level 5.841,46 pada perdagangan bursa saham hari ini.

Sejak dibuka pagi tadi, indeks langsung tertekan. IHSG bahkan sempat merosot 1,67% pada awal perdagangan sesi kedua.

RTI mencatat, indeks rebound tipis meski hanya didukung empat sektor saham. Kontribusi terbesar dari sektor infrastruktur yang naik hingga 2,19%. Diikuti, pertambangan yang menanjak 1,01%, serta konstruksi dan keuangan yang masing-masing naik 0,12% dan 0,05%.

Sedangkan, enam sektor lainnya masih melemah, yaitu barang konsumsi, manufaktur, industri dasar, aneka industri, perkebunan dan perdagangan. Keenam sektor tersebut masing-masing turun kurang dari 1%.

Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyumbang amunisi terbesar bagi penguatan IHSG. Saham telko pelat merah ini berkontribusi sebesar 9,95 poin, lantaran berhasil naik 3,26%. Kemudian, ada juga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kontribusi 3,83 poin dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar 3,13 poin. Pada Rabu sore, saham BBCA ditutup naik 0,79%, sementara saham HMSP menguat 0,82%.

Hingga sesi perdagangan berakhir, tercatat 214 saham turun, berbanding 153 saham yang naik. Sementara, 122 saham lainnya stagnan.

Investor mentransaksikan sekitar 10,31 miliar saham, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 10,53 triliun.

Meski indeks rebound, namun pemodal asing terlihat masih cenderung keluar dari pasar. Ini tercermin dari nilai penjualan bersih alias net sell asing di semua pasar yang mencapai Rp 709,39 miliar.

Tiga saham yang paling banyak dilego asing yaitu, PT Astra International Tbk (ASII), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Ketiganya secara berturut-turut membukukan nilai penjualan bersih tertinggi oleh asing, yaitu masing-masing Rp 209,9 miliar, Rp 130,3 miliar dan Rp 94,8 miliar.

Seorang analis menilai, data neraca perdagangan menjadi faktor penekan IHSG. Pasalnya, terjadi defisit akibat melonjaknya aktifitas impor jelang Ramadan. Secara teknikal, pergerakan indeks break out support MA5 dengan indikasi negatif kembali berada di rentang 5.800-5.900. Indikator stokastik dan RSI memberikan sinyal jenuh dengan terlihat reversal di area dekat overbought.

Load More By Nurdian Akhmad
Load More In Business Info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pidato Presiden Tak Direspons Pasar, IHSG Melorot ke 5.783

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Menutup perdagangan sahjam di Bursa Efek Indoensia…