Home Investment Capital Market IHSG Pagi Ini Masih Loyo

IHSG Pagi Ini Masih Loyo

2 min read

Jakarta, BusinessNews Indonesia –┬á Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini. Pelaku pasar menanti data neraca perdagangan serta dampak sentimen teror bom mempengaruhi pergerakan indeks.

Pada pra-pembukaan perdagangan, Selasa (15/5/2018), IHSG melemah 21,07 poin atau 0,35 persen ke level 5.926,07. Pelemahan berlanjut dan IHSG dibuka terkoreksi semakin dalam 34,41 poin atau 0,59 persen ke level 5.910,07.

Indeks LQ45 turun 3,22 poin atau 0,3% menjadi 958,78, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,1 poin atau 0,2% ke 677,99, indeks IDX30 turun 2 poin atau 0,4% ke 521,88 dan indeks MNC36 turun 1 poin atau 0,3% ke 336.04.

Sebanyak 59 saham merosot, 93 saham stagnan, dan 104 saham menguat. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 14.132 kali dengan volume 337 miliar saham senilai Rp 374 miliar.

Investor asing melakukan penjualan di seluruh pasar senilai Rp 30,66 miliar. Sedangkan dolar AS diperdagangkan pada posisi Rp 14.012.

Sebagian sektor saham tertekan. Penurunan tertinggi dibukukan sektor saham keuangan dengan turun sebesar 1,40 persen, disusul sektor infrastruktur dengan pelemahan 1,17 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami tekanan dalam pada perdagangan pagi ini, diantaranya ETWA yang anjlok 13.91 persen. Kemudian saham MYOH dan saham BATA yang masing-masing terperosok 12,92 persen dan 7,96 persen.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik Rp450 atau 3,3% ke Rp13.975, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp350 atau 1,4% ke Rp26.250, dan saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) naik Rp245 atau 49% ke Rp745.

 

Load More By Nurdian Akhmad
Load More In Capital Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

BI Rate Naik, Bank BUMN Belum Menaikkan Bunga KPR

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sejumlah bank BUMN belum merespons kenaikan BI rat…