Home Investment Capital Market Merespons Data Defisit Neraca Perdagangan, IHSG Ditutup Anjlok 1,83%

Merespons Data Defisit Neraca Perdagangan, IHSG Ditutup Anjlok 1,83%

2 min read

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah  1,83% atau 109,04 poin di level 5.838,12 pada perdagangan hari ini, Selasa (14/5/2018). Penurunan indeks ini merespons rilis data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit. Selain ini, pelemahan IHSG ini juga terdampak bursa regional Asia yang sebagian besar merosot.

Indeks saham di Asia Tenggara terpantau mayoritas melemah, dengan indeks SE Thailand yang melemah 0,26%, indeks FTSE Malay KLCI melemah -0,12%, dan indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,43%. Adapun indeks PSEi Filipina menguat 1,73%.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.833,63 – 5.940,42. Dari 579 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 153 saham menguat, 218 saham melemah, dan 209 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin oleh sektor finansial yang menguat 2,96%, disusul sektor konsumer yang melemah 2,52%.

Adapun  hanya sektor tambang dan pertanian yang menguat masing-masing 0,72% dan 0,14% dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

Berdasarkan pengumuman Badan Pusat Statistik  (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 tercatat mengalami defisit US$1,63 miliar yang didorong oleh kenaikan impor barang konsumsi dan migas.

Dengan demikian, posisi neraca perdagangan Indonesia Januari -April 2018 mengalami defisit US$1,31 miliar. Dari posisi tersebut, defisit neraca migas mengalami defisit US$3,8 miliar.

Sementara itu, impor sepanjang April 2018 mencapai US$16,09 miliar atau naik 11,38% dibandingkan Maret 2018. Suhariyanto mengungkapkan kenaikan impor meningkat baik migas dan nonmigas.

Di sisi lain, ekspor pada April 2018 mengalami penurunan 7,19% menjadi US$14,47 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rincian ekspor nonmigas US$13,28 miliar dan migas US$1,19 miliar.

 

 

Load More By Nurdian Akhmad
Load More In Capital Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

BI Rate Naik, Bank BUMN Belum Menaikkan Bunga KPR

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sejumlah bank BUMN belum merespons kenaikan BI rat…